Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

Rabu, Mei 26, 2010

dan kita pun JUARANYA!!!SASAJI..

Entah harus dimulai dari mana ketika mau menulis ini. Rasa bangga,terharu,puas,sedih bercampur aduk setelah tadi sore“AREMA INDONESIA” dinobatkan sebagai juara ISL 09/10. Mungkin saat ini seluruh rekan-rekan di malang, aremania seluruh pelosok Indonesia lebih tepatnya..merasakan apa yang saya rasakan. Semangat yang membuncah, fanatisme yang luar biasa, loyalitas tanpa batas sejak 23 tahun lalu akhirnya hari ini berbuah hasil. Ya.. hari ini, 26 Mei 2010 kami segenap aremania mengucap syukur atas kado terindah di tahun ini. Betapa tidak?Perjalanan panjang yang tak mudah!!Pesimisme berbagai pihak di awal musim, hinaan dan cacian yang tak kunjung henti, tuduhan-tuduhan yang tak beralasan mengiringi langkah AIFC di musim ini. Masih ingatkah kita saat superliga musim ini dimulai. Kita begitu terseok-seok kawan!

Tapi toh semua itu berhasil kami singkirkan , karna kami berjiwa besar!!Pengalaman tlah menjadikan kami supporter yang dewasa!!sejarah kelam telah kami kubur!!revolusi tlah dimulai!!tidak mudah memang menyatukan pikiran ratusan bahkan jutaan aremania!!tapi satu kata yang menyatukan kami:”LOYALITAS”…Itu kenapa 99%aremania selalu meneriakannya sejak tim Arema berdiri: Loyalitas Tanpa Batas. Tidak berlebihan bukan??Ah..sudahlah..sekedar kalimat toh tak mengurangi bukti kesetiaan kami terhadap Arema. Biarlah tetangga sebelah panas kuping mata melotot menyaksikan kami juara!!Biarlah mereka menganggap ini rekayasa PSSI..What???rekayasa dari mana??biar mereka sendiri yang mengada-ada mencari alasannya. Tak usah hiraukan pisuhan mereka!!Bukankah kita sudah bosan alias mblenger mendengarnya nawak-nawak??

Mungkin saya bukan salah satu yang terfanatik.Tapi aremania telah banyak mengajarkan saya apa itu artinya kebersamaan. Meski tak terekam secara gamblang tapi cukup saya simpan sebagai memori terindah bahwa saya pernah menjadi bagian terkecil komunitas Aremania. Saat-saat terindah di Kanjuruhan, bernyayi, menari, membentangkan syal kebanggan,menyanyikan lagu padamu negeri, konvoi bareng2 pada 11 Agustus (meski hny 2x hehe..). Sekali lagi, akan saya simpan sebagai kenangan terindah!

Jalanan yang begitu welcome home saat berada di malang. Berbagai lapisan masyarakat, tua, muda, kaya, miskin, tukang becak, sopir angkot, pegawai, anak sekolahan, preman, bahkan mungkin Pak Peni dan antek2nya (hehe..) barangkali hari ini membahas headline kota malang tentang celebrasi sang juara. Kemenangan ini bukan milik warga malang semata. Ini adalah milik seluruh aremania jagat raya. Berlebihan lagi??saya rasa tidak. Semua mengakui Aremania tersebar di segala penjuru negeri bahkan dunia. Siapa bilang hanya ada korwil malang, Surabaya, Banyuwangi, Jakarta, de-el-el. Korwil luar negeri juga tidak kalah rame, Korwil Timur tengah, Korwil Rusia, Korwil Amerika, de-el-el. Jangan kita lupakan aremania yang bermukin d nagri. Saat ini banyak dari mereka yang hanya bisa terharu merasakan celebrasi juara. Jadi jangan ada yang protes atas bergantinya nama Arema Malang menjadi Arema Indonesia. Jangan lagi berkata Indonesia milik Arema. Yang benar Arema itu milik Indonesia. Milik warga Indonesia yang mencintai Arema. Ga usah memperdebatkan masalah kosakata hai kalian para oknum yang ga trima atas bergantinya nama ini. Bukti sudah jelas kan!!Arema not going everywhere but always in everywhere…Arema tidak kemana-mana tapi ada di mana-mana!

Today is coming!!Trophy Juara telah menanti selama 18 tahun sejak era galatama. Nawak-nawak siapkan pesta malam ini. Buat Jl.Ahmad Yani, Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Dinoyo, dan semua jalan protokol Malang macet total (hehe..). Saya menunggu kabar gembira setibanya di Malang sabtu nanti! Meski kekecewaan mendalam tidak bisa berangkat ke Senayan, toh merayakan di Malang bersama kalian sudahlah cukup menggembirakan. SASAJI



Sabtu, Mei 15, 2010

Bung OT


Suara menggelegarnya memenuhi stadion Kanjuruhan membakar semangat aremania. Kadang juga mampu melerai keributan arek2 di tribun papan skor. Meski tak tampak wajahnya tapi aremania begitu manut kata2nya. Yupzz sapa lagi kalo bukan Bung OT (Ivan Tobing). Hayo para aremania dah tau belum sama salah satu orang penting ini...

Ovan Tobing atau yang biasa dipanggil dengan nama OT adalah seorang Penyiar Radio, MC sepak bola (MC), dan mantan pengurus tim
Suaranya yang keras dan menggelegar merupakan ciri khasnya kala memulai karirnya menjadi MC sekitar 1980-an lalu. Karakter suaranya itulah yang kemudian dimanfaatkannya untuk meredam kerusuhan di acara-acara yang banyak mengundang massa. Di usianya yang sudah setengah abad lebih, OT membiarkan rambutnya yang memutih tetap gondrong. Baginya, rambut gondrong sebahu merupakan trade mark-nya.

Penampilannya yang santai diperkuat dengan gelang berbentuk rantai yang cukup besar dari perak. Aksesoris itu menghiasi pergelangan kedua tangannya yang berkulit kuning langsat. Gaya bicaranya ceplas-ceplos. Tak ada yang dirahasiakan, kecuali usia dia yang sebenarnya dan nama aslinya. Karakter suaranya sangat terasa. Di stasiun radio Senaputra, OT memang sudah menjadi penyiar. Karirnya menjadi penyiar di Senaputra dimulai sekitar 1975-an.
Saat ini di Senaputra, suaranya mengudara setiap Senin hingga Jumat pada pukul 08.00 hingga 11.00 dalam acara bertitel Ngledom. Suaranya juga bisa dinikmati pada Rabu pukul 17.00 hingga 20.00 dalam acara musik rock. Malam harinya mulai pukul 22.00 hingga 24.00, OT membawakan acara musik blues. Dan pada Jumat, pukul 22.00 hingga 24.00 di acara musium (musik ora umum).
Berbekal menjadi penyiar itulah, suami dari Sri Cahyawati tersebut akhirnya menerjuni dunia MC. Pertama kali menjadi MC sekitar 1980-an saat God Bless manggung di GOR Pulosari (kini berubah menjadi Giant Supermarket) di Jl Kawi. Tapi, saat itu dia bukanlah MC resmi. Karena dirinya memang tak diundang panitia. Statusnya dalam konser itu hanyalah sebatas sebagai penonton.
Namun, di pertengahan konser, tejadi sebuah keributan yang cukup besar. Karena tak tahan dengan adanya keributan itu, OT lalu memutuskan untuk naik panggung meredam kerusuhan dengan suaranya yang menggelegar
Dari Pulosari itulah akhirnya namanya secara perlahan naik ke jajaran papan atas MC di Indonesia. Untuk konser musik grup band asal Indonesia, hampir semuanya sudah pernah dipimpinnya. Mulai dari Slank, Dewa, Peterpan, Jamrud, Power Metal, hingga konser musik dangdut seperti Elvi Sukaesih.
Untuk grup musik luar negeri, dia pernah menjadi MC konser Metallica, Sepultura, Helloween, Skid Row, White Lion, dan Europe.
Kendati MC dan penyiar merupakan profesi yang sama-sama mengandalkan kualitas suara, namun OT tak mau meninggalkan kebiasaan merokok. Dua bungkus rokok dengan merk berbeda dihisapnya secara bergantian saat berbicara. Selama ini, papar dia, kebiasaan merokok tak mengubah kualitas suaranya. Sebab, setiap hari dia mengimbanginya dengan banyak minum air putih dan berolahraga.
Konser musik yang pernah ditanganinya dan menurutnya paling rusuh adalah saat Jamrud manggung di Bekasi sekitar 2004 lalu. Di konser itu terdapat dua kubu penonton yang saling melempar bambu runcing. Puluhan atau bahkan ratusan penonton menjadi korban. Bahkan, aparat keamanan tak juga banyak yang menjadi korban.
Saat itu yang ada di benaknya langsung ingat kepada Tuhan. Setelah itu, dirinya berbicara dengan nada keras, namun dengan bahasa yang santun. Intonasi yang digunakan naik turun. Ini dilakukan agar emosi penonton tersentuh dan tidak menjadi bertambah beringas.

Secara tak langsung, gaya bicaranya yang khas ini mampu membangkitkan semangat pemain, termasuk juga suporter dalam memberikan dukungan kepada tim. Sehingga akhirnya Aremania menjadi pelopor suporter teladan di kancah sepak bola Indonesia. Sebelum di Arema, dia juga sempat menjadi MC Persema mulai pertengahan 1980-an.
Dalam empat tahun terakhir, pria yang pernah menjadi Manajer Arema dan Asisten Manajer Persik Kediri itu sudah pensiun menjadi MC Arema. Perannya sudah digantikan orang lain. Gaya MC yang satu ini sepertinya juga meniru gaya bicara OT.
Pria keturunan batak tersebut terlihat memegang microphone di Stadion Kanjuruhan pada 13 September 2008 lalu. Saat itu terjadi keributan setelah Arema dikalahkan PKT Bontang 1-2. “Saya langsung menyambar mic karena saya tak ingin kerusuhan terus membesar. Waktu itu saya sebenarnya menjadi penonton. Ketika mengetahui ada kerusuhan, saya langsung berlari,” terang dia.
Hasilnya cukup efektif. Dengan suara khasnya, amuk massa secara perlahan berhenti. Pada saat menjadi Manajer Arema, dia juga menggunakan suaranya yang menggelegar untuk memotivasi pemain. Hasilnya, pada 1992 Arema menjadi juara. Sedangkan pada saat menjadi manajer pada 2004 lalu, Arema bisa kembali lagi ke divisi utama, setelah sebelumnya terlempar ke divisi I.(googling from : Lazuardi Firdaus)

Jumat, Mei 07, 2010

Memori World Cup '06


Wah demam piala dunia sudah terasa gaungnya ya. Juni mendatang kita bakal menyaksikan hajatan besar sepak bola lagi di Afrika Selatan. Sangat tak terasa, padahal rasanya baru kemarin menyaksikan gegap gempita Euro 2008. Beberapa bulan lagi kita bakal menjumpai apa yang terjadi seperti empat tahun lalu. Ya.. empat tahun lalu tepatnya berpusat di Jerman pusaran energi sepak bola itu terjadi, menyebar ke seluruh kawasan bumi hingga sampailah riuh gemuruhnya di Indonesia, meski negara kita tidak (bahkan tidak pernah ikut..kpn y) masuk daftar kontestan. Tapi antusiasme yang begitu luar biasa terjadi. Itulah sepak bola. Olahraga familiar yang menjadi favorit semua kalangan.

Aku masih ingat 4 tahun lalu betapa huru-hara piala dunia menjangkiti semua media. Koran, majalah, televisi, situs online berlomba-lomba memberi liputan terbaik mengenai worlcup bahkan semua koran membuat kolom sendiri tentang liputan piala dunia. Merchandise piala dunia begitu berjajar di sudut-sudut toko dan pasar. Iklan televisi yang dibombardir tema world cup. Satu bulan yang begitu heboh.Dunia sebulan terasa berlogo bola. Menyaksikan 32 negara hebat berlaga. Saling menyingkirkan secara sportif babak demi babak. Begitu nikmat mata ini sebagai penggemar bola disuguhi sandiwara lapangan pemain-pemain kelas dunia. Rasanya ingin larut bersama di tribun (hehe ngayal).

Kala itu saya menjagokan Italy. Sebelumnya sudah lama sekali sih ngefans Gli Azzurri. saat diperkuat Roberto Baggio, Maldini, Vieri (hehe jaman jadul) di Piala Dunia Jepang-Korsel. Tapi sayang tim kebanggaan saya ini gagal lolos di perempat final secara tragis saat disingkirkan Korsel, wakil Asia supertangguh. Dan berlanjut empat tahun (2006) kemudian worldcup digelar di Jerman. Italy yang saat itu dilanda Calciopoli bermain luar biasa mematahkan prediksi sebagian pengamat bola. Penyisihan grup dilalui begitu sempurna sampai partai akhir. Dan kala itu moment yang sangat berkesan di hati saya..adalah saat Itali menghadapi tuan Jerman di semifinal. Bursa taruhan jelas saat itu milik Tim Panser, karena selain sebagai tuan rumah Jerman sangat tangguh diperkuat barisan pemain muda dibawah asuhan Juergen Klinnsman. Partai semifinal berlangsung alot hingga 2x45 menit. Begitu juga dengan perpanjangan waktu. Jutaan pasang mata saat itu yakin semifinal bakal berakhir adu pinalti. Dan jelas kalau adu pinalti terjadi, maka kemungkinan jerman-lah yang lolos, karena sebelumnya Jerman begitu perkasa mengalahkan Argentina di perempat final melalui adu pinalti. Masih kuingat saat itu kira-kira 6 menit menuju peluit panjang perpanjangan waktu, Marcello Lippi menarik pemain bertahan (wis lali sopo) dan menggantinya dg del pierro, dg strategi mengarahkan pemain bermain menyerang tiba2. Alhasil saat jutaan warga Jerman bersiap menyambut adu pinalti yg mereka harapkan, Goal Fabio Grosso melalui umpan Andrea Pirlo menjadi malapetaka warga Jerman. Sontak tribun stadion saat itu langsung banjir air mata (huahuahua..). Belum sempat menangisi goal pertama Itali, lagi2 Jerman dibuat menangis dengan goal kedua tidak sampai semenit kemudian,saat itu dari kaki Del Piero. Benar-benar sandiwara yang sempurna. Dan...itulah kemenangan dramatis Itali (menurut saya) empat tahun lalu. Kemenangan di depan tuan rumah...Kemenangan yang mengantarkan mereka empat tahun lalu ke final di Stadion Berlin..bertemu dengan musuh bebuyutan:Perancis. Dan melalui adu pinalti dramatis Gli Azzurri berhasil membalaskan dendam mereka di Euro 2000. Itali being a CHAMPION...

Dan kemudian Fabio Cannavaro mengangkat trophi emas world cup setinggi-tingginya disaksikan ribuan pasang mata di stadion Berlin, diwarnai letupan kembang api raksasa. Stadion Berlin yang bernuansa Biru..Begitu Indah. Ya..itulah momen yang masih saya ingat empat tahun lalu. Semoga Itali mengulanginya lagi di Africa Selatan. Semoga De Javu Itali bersama Marcello Lippi terulang lagi sebulan ke depan..Siamo Belli Come Il Sole..Champione del mondo..



Jumat, April 09, 2010

Salut Aremania

Dimanapun berlaga..kami selalu ada..karna kami A-R-E-M-A-N-I-A!!
20 tahun lebih umur Arema. Umur yang relatif muda kalau dibandingkan dengan klub matang ISL lainnya seperti Persebaya, Persija, Persib, Persema. Tapi klub mboyz ini selalu ada di hati kami..warga malang. Lihat saja kalau anda datang ke Malang..coba hitung di jalan-jalan, di pasar, di mall, di perkampungan..(kalo sempat) hitung orang yang memakai kaos arema atau yang berjualan atributnya...ya tidak usah dipungkiri pastilah banyak. apalagi kalo anda datang ke malang bertepatan dengan matchday atau bigmatch ISL..weleh-weleh sempatkanlah ke jalan raya melihat ribuan aremania berangkat ke kanjuruhan (hehe..kalo ga da kerjaan sih). 23 tahun kami mencintai klub kebanggan kota kami. Dari sejarah panjang arema tidaklah mudah menjadikan citra arema baik seperti ini. Bagaimanapun sejak berdirinya hingga sekarang ada sejarah kelam yang mengiringi. Mulai dari aksi bakar stadion, anarkis terhadap wasit dan pemain, rasisme, tawur antar suporter, bla-bla-bla..Rasanya dulu arema identik dengan kerusuhan. apalagi saat bertandang ke Stadion Tambaksari bertandang ke musuh bebuyutan Persebaya. Jadi ingat waktu kecil. Saat itu diajak Bapak Jalan-jalan ke Surabaya..saat perjalanan pulang mobil kami di rusak konvoier aremania yang ga trima kalah ..(hikzz. mereka tidak tahu kalau kami warga malang..padahal jelas2 plat mobil kami N.Tapi itu dulu.Perlahan namun pasti klub kebanggan kami mengalami revolusi luar biasa menuju persepakbolaan yang lebih beradab (smoga). Meski perjuangan itu dirasa sulit dan masih ada beberapa suporter yang kolot dan anarkis. Tapi Insyaalloh itu hanya sebagian kecil dari jutaan aremania di negeri ini. Melihat trend positif beberapa tahun terakhir ini rasanya Arema jauh lebih dewasa dan matang membawa nama baik Arema dan warga malang di mata persepakbolaan nasional. Apalagi tahun ini..2010 sepertinya adalah tahun hokinya arema. Insyaalloh kalau tidak ada aral melintang (jiahhh) dengan lancar AREMA INDONESIA akan memboyong trofi ISL untuk pertama kalinya ke kota Malang (amiin). 

@KANJURUHAN
Saat itu disebelahku seorang bapak bersama istrinya yang kira2 berumur 40 tahunan bersama kedua anaknya yang ketiganya sepertinya belum genap 15 tahun beratribut aremania lengkap ikut bersorak-sorai sebelum kick off babak pertama. Kami sempat ngobrol-ngobrol!aku tanya dari mana asalnya..ternyata datang jauh-jauh dari desa srengat (Blitar) menempuh 2 jam perjalanan dengan bus hanya sekedar nonton arema.."Ya mumpung hari libur mbak..ngajak anak dolan ke malang..mereka ngotot minta ke kanjuruhan"..begitu katanya. Si bungsu katanya yang paling ngotot ngajak!sedangkan istrinya dengan pakaian kaos dan berjilbab tanpa malu ikut joget melambaikan tangan meniru dirjen di depan!!Hehe segitunya semangat aremania blitar satu ini...jadi S-A-L-U-T
Pernah juga kalau tidak salah waktu match Arema v PSM (pertandingan akhir musim pertama), saat itu aku duduk di tribun belakang gawang. Di sebelahku duduk seorang laki-laki paruh baya beserta istrinya yang bertubuh tambun. Kami sempat ngobrol panjang lebar. Beliau adalah tukang bakso keliling di daerah bantur (malang selatan). Padahal hari itu hari rabu, dia memutuskan tidak berjualan demi berangkat ke kanjuruhan!!Dari logat bicaranya sepertinya bapak satu ini maniak arema juga..Kadang bahasa tingkat tingginya keceplosan begitu saja menjelaskan sejarah singo edan, pemain dulu sampe sekarang, strategi Meneer Robert..wuih aku saja mungkin kalah pinter,padahal bapak satu ini tidak punya jejaring sosial (ex:forum aremania korwil facebook..hehe)..usut punya usut dia adalah aremania mulai tahun 90-an dan masih setia hingga sekarang. wah-wah jangan menyepelekan intelektual aremania pelosok yang hanya bermodal televisi. Mereka ternyata jauh lebih ngerti!!lagi-lagi : S-A-L-U-T 

Ya begitulah di kota kami. Arema adalah sosok kebanggaan kota kami. Menang atau kalah kami selalau mendukung dengan antusias. Rasanya kota malang tidak akan hidup tanpa Aremania. Rasanya kota malang bagai kota mati tanpa nyanyian Aremania. Rasanya kota malang tampak abu-abu tanpa warna biru..warna kebanggaan kota kami. Siapa bilang matchday hanya milik anak-anak muda..yang menjadi sarana bergaul, kumpul-kumpul atau malam mingguan!!Matchday Arema di Kanjuruhan adalah milik semua warga Malang..tua, muda, kaya, miskin, pria, wanita, remaja, anak-anak, balita..kami satu padu di kanjuruhan mendukung arema dengan nyanyian khas kami...(to be continued)